• Jl. Gaya Motor II No.1 Sunter II

WPML Sigap

Kapolri Keluarkan Maklumat Terkait Pencegahan COVID-19 di Indonesia

SIGAPNEWS| Jakarta– Kapolri Jenderal Idham Azis mengeluarkan maklumat tentang kepatuhan terhadap kebijakan pemerintah dalam penanganan penyebaran virus Corona (COVID-19). Tertuang kalimat agar kegiatan yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak baik di tempat umum dan di lingkungan sendiri ditiadakan.

Maklumat bernomor Mak/2/III/2020 ini diteken langsung oleh Idham pada Kamis (19/3/2020).

Idham mengatakan pertimbangan keputusannya didasarkan cepatnya penyebaran COVID-19 dan pemerintah telah mengeluarkan kebijakan dalam rangka penanganan agar penyebaran tak meluas dan mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Dalam hal ini, Polri berpedoman pada asas keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi atau Salus Populi Suprema Lex Esto. Maklumat ini dibuat untuk melindungi masyarakat.

Selanjutnya, diperintahkan untuk tidak mengadakan kegiatan olahraga, kesenian, jasa hiburan, unjuk rasa, pawai dan karnaval serta kegiatan lainnya yang menciptakan kerumunan massa.

Idham juga memerintahkan seluruh pihak tetap tenang, tidak panik dan meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing. Masyarakat juga diminta mengikuti informasi dan imbauan Pemerintah.

Idham menuturkan kegiatan yang sifatnya mendesak dan tak dapat dihindari hendaknya diselenggarakan dengan tetap menjaga jarak dan mengikuti protokol pencegahan penyebaran virus Corona yang telah dibuat Pemerintah.

Selanjutnya, Idham tak memperbolehkan adanya pembelian atau penimbuhan bahan pokok maupun kebutuhan masyarakat lainnya secara berlebihan. Idham juga meminta agar semua pihak tak terpengaruh dan menyebarkan berita-berita yang sumbernya tak jelas dan dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Dia meminta masyarakat menghubungi polisi jika mendapat informasi yang tak jelas.

“Apabila ditemukan perbuatan yang bertentangan dengan maklumat ini, maka setiap anggota Polri wajib melakukan tindakan kepolisian yang diperlukan sesuai ketentuan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku,” tegas Idham dalam maklumatnya. [Ega, Fr]

Read More

SIGAP Gelar Sosialisasi Pencegahan Virus Corona

SIGAPNEWS| Jakarta—Banyaknya isu yang beredar terkait virus corona, maka PT. Sigap Prima Astrea (SIGAP) mengadakan sosialisasi kepada seluruh karyawan di head office pada Selasa (03/03/2020). Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan wawasan terkait sejarah munculnya virus corona, penyebarannya, termasuk cara pencegahannya.

“Penyebaran virus corona paling memungkinkan adalah ketika ada paparan droplet. Jadi ketika kita bersin atau batuk ada cairan yang keluar, nah droplet inilah yang berpotensi mengandung virus jika terkena pada orang sehat yang terkena droplet kemudian tidak sengaja tangannya memegang wajah sehingga terhirup oleh hidung,” jelas dr. Ilham dari Omni Hospital Pulomas saat menjelaskan penyebaran virus corona.

Oleh karena itu, dr. Ilham mengimbau agar menjaga jarak dengan orang yang memiliki gejala batuk atau pilek. Ia juga menegaskan bahwa belum ada penelitian yang menyatakan bahwa virus corona dapat menyebar melalui udara.

“Penggunaan masker itu hanya untuk orang sakit. Jika Anda tidak sakit maka tidak usah memakai masker,” Jelas dr. Ilham sambil menjelaskan cara menggunakan masker dengan benar.

Dalam sosialisasi itu, dokter juga memberikan simulasi cara mencuci tangan dengan benar kepada seluruh karyawan.

Dr Ilham menjelaskan, bahwa virus corona dapat dicegah dengan makan makanan bergizi, olahraga, mencuci tangan dengan benar, menggunakan masker jika sakit, tidak merokok, minum 8 gelas air per hari, makan makanan yang dimasak dengan sempurna, selalu menjaga kebersihan lingkungan, berdoa, serta segera ke fasilitas kesehatan terdekat jika terdapat gejala demam dan sesak napas.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan dasar seperti cek berat badan, tekanan darah dan kadar gula darah dari Omni Hospital Pulomas bekerjasama dengan Garda Medika. [Veronika]

Read More

Pencegahan Radikalisme di Lingkungan Perusahaan

SIGAPNEWS| Jakarta–Sebagai langkah preventif terhadap penyebaran paham radikal di lingkungan korporasi, PT Sigap Prima Astrea (SIGAP) menghadiri acara HR Meet and Talk yang mengusung tema Antisipasi dan Penanggulangan Radikalisme di Lingkungan Perusahaan di Merchantile Athletic Club, World Trade Center 1 Jakarta, Kamis (19/12/2019).

Acara tersebut menghadirkan beberapa Narasumber diantaranya AKP Bambang dari Dir Cegah Densus 88 Anti Teror Polri, Dwi Haryoko R Wirjosoetomo Managing Director PT Jaga Nusantara Satu, dan Nasir Abbas Konsultan Senior DASPR dan Mantan Pimpinan Jamaah Islamiyah.

AKP Bambang menjelaskan mengenai ciri-ciri radikalisme seperti cara mensikapi kondisi yang sedang terjadi diwujudkan dalam bentuk evaluasi, penolakan bahkan perlawanan dengan keras secara ekstrim, melakukan upaya penolakan secara terus menerus dan menuntut perubahan drastis, memiliki keyakinan kuat terhadap program yang ingin mereka jalankan, tidak segan-segan menggunakan cara kekerasan dalam mewujudkan keinginan, serta menganggap semua pihak yang berbeda pandangan dengannya adalah bersalah.

Untuk mengantisipasinya, Dwi Haryoko menyebutkan bentuk penguatan pencegahan dan pengawasan di lingkungan korporasi bagi calon karyawan diantaranya melakukan pemeriksanaan keaslian identitas, profiling personal, melakukan wawancara awal, tes psikologi untuk mengukur tingkat intoleransi, wawancara lanjutan berbasis Anti Violent Extremism (AVE).

Sedangkan bentuk pengawasan bagi karyawan yaitu dengan memonitoring media sosial, melakukan tes psikologi karyawan yang hendak dipromosikan, serta profiling personal bagi karyawan yang dipromosikan menduduki jabatan strategis.

Sementara itu Nasir Abbas menjelaskan tentang tips menghindari dari terjaring rekrutmen kelompok radikal yaitu memberikan respon dari dalam diri maupun dari luar seperti bersikap kritis terhadap apa saja yang dibaca, dilihat, ditonton, dan didengar.

Untuk mengantisipasi hal ini, SIGAP selalu waspada terhadap paham radikal yang bisa saja sewaktu-waktu menghampiri. Salah satu langkah yang telah dilakukan saat ini adalah selalu melakukan background check terhadap para pelamar baik sebagai karyawan maupun sebagai security guard serta melakukan pengawasan berkala serta meningkatkan rasa nasionalisme kepada pada karyawan serta anggota security guard yang sudah bertugas mengingat penetrasi para teroris sudah memasuki segala lini termasuk di lingkungan korporasi. [Apriza Megawati]

Read More
cyber

Upaya Penanggulangan Kejahatan Dunia Maya

 

SIGAPTIPS Jakarta – Jejaring sosial merupakan bentuk media saling berbagi informasi, dalam moderenisasi ini jejaring sosial merupakan suatu bentuk media yang harus dimiliki oleh semua orang. Penggunaan media ini telah banyak merubah bentuk tingkah laku manusia, manusia dapat mengakses apa dan saling berbagi apa saja dengan cepat serta saling mengobrol. keharusan akan media sosial telah dirasakan sekarang, media sosial merupakan simbol pergaulan yang memiliki peranan penting. Padangan mengenai penggunaan media sosial ini juga telah banyak merubah segi negatif dari kebanyakan orang. Segi negatif dalam pengamanan informasi yang ada di media sosial menjadi sosok baru yang harus di rahasiakan dari orang yang tidak bertanggung jawab.

Keamanan merupakan hal yang sangat penting dalam dunia teknologi informasi. Pada era teknologi informasi saat ini, pelayanan kepada konsumen menjadi hal yang mutlak untuk bertahan dalam persaingan. Banyak sekali cara yang ditempuh untuk menghalangi seseorang/instansi/perusahaan guna memberikan pelayanan tersebut. Hal ini menjadi sangat mungkin bila pelayanan yang diberikan melalui jalur yang dapat dikatakan kurang aman (internet) yang terkoneksikan melalui jaringan. Beberapa serangan kepada server sebagai penyedia layanan kerap dilakukan, walaupun tidak semua tujuan yang dilakukan berlandaskan pada politik,atau bisnis belaka. Dalam keamanan sistem jejaring sosial semaking terbarukan, banyak pihak yang ikut mengembangkan sistem keamanan jaringan sosial tersebut.

Jejaring sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang dijalin dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dll. Analisis jaringan jejaring sosial memandang hubungan sosial sebagai simpul dan ikatan. Simpul adalah aktor individu di dalam jaringan, sedangkan ikatan adalah hubungan antar aktor tersebut. Bisa terdapat banyak jenis ikatan antar simpul.

Penelitian dalam berbagai bidang akademik telah menunjukkan bahwa jaringan jejaring sosial beroperasi pada banyak tingkatan, mulai dari keluarga hingga negara, dan memegang peranan penting dalam menentukan cara memecahkan masalah, menjalankan organisasi, serta derajat keberhasilan seorang individu dalam mencapai tujuannya. Dalam bentuk yang paling sederhana, suatu jaringan jejaring sosial adalah peta semua ikatan yang relevan antar simpul yang dikaji. Jaringan tersebut dapat pula digunakan untuk menentukan modal sosial aktor individu. Konsep ini sering digambarkan dalam diagram jaringan sosial yang mewujudkan simpul sebagai titik dan ikatan sebagai garis penghubungnya.

Menurut Andi Hamzah dalam bukunya yang berjudul Aspek-aspek Pidana di Bidang Komputer, mengemukakan bahwa pengertian kejahatan komputer adalah segala aktifitas tidak sah yang memanfaatkan komputer untuk tidak pidana . Sekecil apapun dampak atau akibat yang ditimbulkan dari penggunaan komputer secara tidak sah atau ilegal merupakan suatu kejahatan. Dan dalam arti sempit kejahatan komputer adalah suatu perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan teknologi komputer yang canggih. Faktor- faktor Penyebab Kejahatan Komputer Beberapa faktor yang menyebabkan kejahatan komputer makin marak dilakukan antara lain adalah Page Layout. Wahana Komputer “DOS cukup sulit dideteksi, kecuali dengan alamat IP yang sama, tentu akan mudah membloknya, dan serangan ini berkaitan dengan pelayanan yang diberikan.

Serangan SYN Flooding ini adalah serangan yang menyerang server dengan cara mengirim paket data ke server, setelah server merespon paket data tersebut dan memberi sinyal jawaban ke client melalui alamat IP pengirim, dan ternyata jawaban yang diterima server untuk membalas jawaban client di kirim dengan alamat IP yang palsu, dan itu terjadi trus menerus, akibatnya server sibuk mengirim jawaban atas paket dengan IP palsu tersebut. Terjadinya serangan ini tidak lupa dari pengintaian dari suatu server yang akan di jadikan objek.

ASPEK ANCAMAN KEAMANAN

Aspek ancaman keamanan yang terjadi terhadap informasi adalah

  1. Privacy, adalah sesuatu yang bersifat rahasia(provate). Intinya adalah pencegahan agar informasi tersebut tidak diakses oleh orang yang tidak berhak. Contohnya adalah email atau file-file lain yang tidak boleh dibaca orang lain meskipun oleh administrator. Pencegahan yang mungkin dilakukan adalah dengan menggunakan teknologi enksripsi, jadi hanya pemilik informasi yang dapat mengetahui informasi yang sesungguhnya.
  2. Confidentiality, merupakan data yang diberikan ke pihak lain untuk tujuan khusus tetapi tetap dijaga penyebarannya. Contohnya data yang bersifat pribadi seperti : nama, alamat, no ktp, telpon dan sebagainya. Confidentiality akan terlihat apabila diminta untuk membuktikan kejahatan seseorang, apakah pemegang informasi akan memberikan infomasinya kepada orang yang memintanya atau menjaga klientnya.
  3. Integrity, penekanannya adalah sebuah informasi tidak boleh diubah kecuali oleh pemilik informasi. Terkadang data yang telah terenskripsipun tidak terjaga integritasnya karena ada kemungkinan chpertext dari enkripsi tersebut berubah. Contoh : Penyerangan Integritas ketika sebuah email dikirimkan ditengah jalan disadap dan diganti isinya, sehingga email yang sampai ketujuan sudah berubah.
  4. Autentication, ini akan dilakukan sewaktu user login dengan menggunakan nama user dan passwordnya, apakah cocok atau tidak, jika cocok diterima dan tidak akan ditolak. Ini biasanya berhubungan dengan hak akses seseorang, apakah dia pengakses yang sah atau tidak.
  5. Availability, aspek ini berkaitan dengan apakah sebuah data tersedia saat dibutuhkan/diperlukan. Apabila sebuah data atau informasi terlalu ketat pengamanannya akan menyulitkan dalam akses data tersebut. Disamping itu akses yang lambat juga menghambat terpenuhnya aspe availability

 ASPEK PENCEGAHAN ANCAMAN KEAMANAN

Pencegahan Terdiri dari 4 faktor yang merupakan cara untuk mencegah terjadinya serangan atau kebocoran sistem :

  1. Desain sistem : desain sistem yang baik tidak meninggalkan celah-celah yang memungkinkan terjadinya penyusupan setelah sistem tersebut siap dijalankan.
  2. Aplikasi yang Dipakai : aplikasi yang dipakai sudah diperiksa dengan seksama untuk mengetahui apakah program yang akan dipakai dalam sistem tersebut dapat diakses tanpa harus melalui prosedur yang seharusnya dan apakah aplikasi sudah mendapatkan kepercayaan dari banyak orang.
  3. Manajemen : pada dasarnya untuk membuat suatu sistem yang secure tidak lepas dari bagaimana mengelola suatu sistem dengan baik. Dengan demikian persyaratan good practice standard seperti Standard Operating Procedure (SOP) dan Security Policy haruslah diterapkan di samping memikirkan hal teknologinya.
  4. Manusia (Administrator) : manusia adalah salah satu fakor yang sangat penting, tetapi sering kali dilupakan dalam pengembangan teknologi informasi dan dan sistem keamanan. Sebagai contoh, penggunaan password yang sulit menyebabkan pengguna malah menuliskannya pada kertas yang ditempelkan di dekat komputer. Oleh karena itu, penyusunan kebijakan keamanan faktor manusia dan budaya setempat haruslah sangat dipertimbangkan

Inti dari keamanan komputer terutama di jejaring media sosiol adalah melindungi komputer dan jaringannya dengan tujuan mengamankan informasi yang berada di dalamnya. Mencegah terjadinya suatu serangan terhadap sistem. Dengan demikian kita perlu memperhatikan hal-hal yang dapat merugikan dalam proses pengamanan data. Proses DOS sebagai serangan yang sering terjadi dalam Network maka dari itu administratos sistem harus memiliki firewall yang baik [JF]

Read More

Pencegahan Tindak Kejahatan, Melalui Tehnik Modifikasi Situasi

SIGAPTIPS Jakarta – Dalam kehidupan sehari hari, potensi tindak kejahatan akan terus ada, mulai dari kejahatan di rumah, Kejahatan di jalan, kejahatan di kantor, Kejahatan luar (Puclic Space), Kejahatan di fasilitas umum, dan yang mulai berkembang kejatana di media Sosial seperti; Hoak, Pencurian password, penggunaan data pribadi seperti foto, rekaman dan juga tulisan yang kemudian dimanfaatkan oleh seseoarnag tanpa Izin.

Tanpa disadari kita sebenarnya sudah merespon bagaimana untuk mengurangi kejahatan yang berpotensi merugikan kita, seperti dengan membangun sistem keamanan baik pribadi, swadaya masyarakat ataupun melalui kebijakan pemerintah. Jika dulu kita kenal dengan adanya Siskamiling atau ronda untuk mengamankan kampung, kalau sekarang banyak mulai dengan sistem cluster dan mempekerjakan tenaga keamanan untuk mengamankan lingkungan kita, namun prinsipnya sama, salah satu bentuk pencegahan keamanan.

Disisi area umum, saat ini sudah mulai dilakukan pengawasn (Survelience) dengan menggunkan ribuan CCTV yang terpasang untuk melakukan pengawasn dan mempelajari dan menangkap pelaku tindak kejahatan yang telah terjadi sehinnga bisa dilakukan pencegahan kedepannya, sementara Kejahatan media sosial yang merupakan situasi baru, saat ini sudah mulai banyak himbauan dan Tip-tip untuk menjaga pasword, tidak menyebar atau memposting foto probadi yang bersiko jika dimanfaatkan oleh orang lain, dan tidak mudah menyebar berita yan tidak benar.

Setiap waktu, model dan bentuk ancaman kejahatan akan selalu berubah dan berkembang, dalam menghadapi bentuk bentuk kejahatan yang mengancam, kita bisa melakukan tehnik modifiksi situasi, yang merupakan bagian dari CPTED (Crime Prevention Through enviromental design). Ada lima  tehnis modifikasi yang bisa kita lakukan untuk mengurangi potensi tejadianya kejahatan yang disampaikan oleh Henry Weddiasmara, yaitu :

1. Meningkatan kesulitan tidak kejahatan

Dengan menambah kesulitan untuk tidak kejahatan, seperti kunci ganda pada kendaraan, penambahan gembok dipintu dan pagar, Rantai yang melilit berulang, dan lainnya. Maka hal-hal ini akan menjadikan pelaku tindak kejahatan membutuhkan waktu yang lama untuk tindak kejahatan, sehingga cenderung ditinggalkan.

2. Meningkatkan resiko tertangkapnya tidak kejahatan

Penggunaan CCTV salah satu tujuanya adalah, agar pelaku tindak kejahatan mudah diketahui dan bisa ditangkap, karena CCTV bukan alat pencegah atau penghambat tindak kejahatan. Selain CCTV adalah alat lain yang bisa digunakan Lampu yang terang, parit di luar pagar, alarm sistem di kendaraan atau rumah yang menjadikan pelaku kejahatan diketahui dan ditangkap.

3. Mengurangi keuntungan yang diperoleh pelaku tindak kejahatan

Salah satu tujuan pelaku kajahatan adalah mengambil keuntungan ekonomi dari tindak kejahatan, untuk mengurangi potensi kejahatan adalah dengan membuat seolah barang yang ada tidak berharga, atau memotong sebagian sandal dimasjid, menyiapkan anjing penjaga sehingga pelaku akan berpikir ulang karene resiko digigit lebih besar dari keuntungan yang diperoleh dari perilaku tindak kejahatan.

4. Mengurangi ketertarikan pelaku tindak kejahatan

Apabila barang atau objek cukup menonjol dan menarik, maka akan meningkatkan potensi tindak kejahatan, untuk itu kita harus menyembunyikan ketertarikan pelaku tindak kejahatan, seperti menutup kendaraan dengan cover, tidak membawa perhiasan yang mencolok dan kelihatan berharga.

5. Mengurangi Niat Pelaku tidak kejahatan

Niat kejahatan ternyata tidak hanya faktor ekonomi, ini yang sering terlupakan. Ada pelaku kejahatan yang melakukan kejahatan karena Sakit hati atau benci terhadap korban, mencari sensai, menggangu keamanan dan lain sebagainya, sehingga kita harus berhati hati dalam bertindak dan bertingka laku, serta terus melakukan analisa lebih dalam.

Dengan melakukan tehnik modifikasi dan menerapkan dalam kehidupan sehari hari secara konsisten, maka secara continue dan bertahap reflek kita untuk mencegah akan potensi kejahatan akan terus tarasah, dan pada akhirnya kita tidak sadar sudah melakuan tindakan tindakan untuk mencegah atau mengurangi potensi tidak kejahatan. Sehingga pada akhirnya crime prevention sudah menjadi habit atau kebiasaan kita. [Moh.M]

Read More

Tips Pencegahan Kejahatan Di Lingkungan Perumahan

“Kejahatan merupakan perbuatan yang melanggar hukum / hal-hal yang memang di larang oleh peraturan maupun undang-undang. Kejahatan bisa menimpa siapapun serta dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Setelah terjadi biasanya masyarakat baru bereaksi dan menganalisa, kenapa bisa terjadi. Untuk mengurangi tingkat kejahatan sebenarnya bisa dilakukan strategi melalui analisis Potensi Gangguan (PH), Ambang Gangguan (AG) dan Gangguan Nyata (GN) yg perlu di tindaklanjuti dengan Pemetaan dan pengelompokan Potensi Masyarakat dan Kegiatan-kegiatan langsung / nyata secara bersama Antara lain pengintaian, razia, komunikasi, pembentukan satuan petugas lingkungan dll. (sumber : paparan Kabaharkam Mabes Polri)”.

Bagaimana pencegahan kejahatan di lingkungan perumahan? Hal-hal apa yang bisa dilakukan sehingga menumbuh kembangkan rasa kepedulian terhadap pencegahan kejahatan di lingkungan sekitar kita (sense of security awareness)? Sehingga nantinya menjadi suatu kebiasaan bahkan gaya hidup yg diperlukan di jaman sekarang. Mengapa ini sangat diperlukan, karena pelaku tindak kejahatan hanya memerlukan waktu yang sedikit (sempit) untuk melakukannya. Kadang tidak diniatkan oleh pelaku tetapi karena ada kesempatan dan peluang maka pelaku kejahatan melakukan kejahatan tersebut.

Sebagai individu (keluarga) yang tinggal di sebuah lingkungan perumahan, banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kejahatan antara lain:

  1. Mengenali pengurus RT/RW, tokoh masyarakat dan orang-orang penting yang tinggal di lingkungan perumahan kita. Serta minimal kita mengenal dan mengetahui tetangga kiri kanan depan belakang (kalo ada) siapa namanya, siapa anggota keluarga (anak, istri, suami) à dengan mengenal dan mengetahui jika ada potensi gangguan kejahatan kita tau harus berkoordinasi dengan siapa. Atau kalau ada orang-orang yang tidak dikenal di lingkungan kita bisa waspada dan berkoordinasi.
  2. Mempelajari kondisi lingkungan tempat dimana kita tinggal agar kita dapat mempelajari dan mengantisipasi jika terjadi ganguan kejahatan seperti akses pintu masuk dan keluar perumahan, bangunan/lokasi yang menjadi pusat berkumpulnya orang, hal lainnya.
  3. Membangun kebiasaan untuk selalu menjaga rumah kita sendiri dengan mengunci pintu (jangan lupa / kunci tertinggal ditempatnya), menutup horden dan membuka pintu/horden seperlunya agar tidak menarik perhatian orang lewat yang melihat atau memicu pelaku kejahatan melakukan operasinya.
  4. Bila ada biaya memasang alat-alat atau perlengkapan penunjang untuk keamanan rumah.
  5. Melakukan setting up neighborhood watch program, membuat dan lakukan kegiatan rutin secara bersama-sama dengan tetangga kita untuk saling mengingatkan dan aktivitas pencegahan seperti
  • membentuk team satuan pengamanan
  • lakukan ronda bersama
  • berbagi info melalui media komunikasi yang ada / disepakati oleh warga tentang kondisi lingkungan secara rutin.
  • Pertemuan rutin formal / informal
  • Lakukan positive loitering (berkeliaran secara beraturan)
  1. Berkomunikasi dengan Petugas Keamanan yang berwenang di lingkungan (Bimas, kepolisian setempat) bila diperlukan.
  2. Mencatat nomor telpon penting terdekat spt. Kantor polisi, petugas pemadam kebakaran dll.

 

Pada prinsipnya untuk dapat mengurangi tindak kejahatan kita perlu melakukan pencegahan dan memutus mata rantai proses terjadinya kejahatan itu sendiri. Dengan melakukan pencegahan-pencegahan yang di perlukan akan mempersempit ruang gerak dari pelaku kejahatan untuk bertindak.

Kegiatan ini pelu di sosialisaikan kepada setiap warga penghuni tempat tinggal agar nantinya pencegahan kejahatan menjadi suatu kebiasaan dan gaya hidup yang memang diperlukan. Keamanan dan kenyamanan rumah dan lingkungan tinggal merupakan tanggung jawab kita sendiri seperti halnya kita bertanggung jawab kepada diri kita atas perilaku yang biasa kita lakukan. Bukan menjadi tanggung jawab petugas keamanan lingkungan semata. Mereka hanya pelengkap untuk membantu kita dalam menjaga asset kita yaitu rumah dan keluarga kita. [TMN]

Read More