• Jl. Gaya Motor II No.1 Sunter II

WPML Sigap

Sigap Hadiri Pisah Sambut Kakorbinmas Baharkam Polri

SIGAPNEWS| Jakarta – Presiden Direktur PT SIGAP PRIMA ASTREA (SIGAP) Agust Pramono menghadiri acara pisah sambut Kakorbinmas Baharkam Polri di Gedung Wisma Bhayangkari pada Selasa (19/02/2019). Berdasarkan Telegram Nomor STI 327 III/KEP.I2019 Jabatan Kakorbinmas Baharkam Polri mengalami perubahan dari sebelumnya Irjen Pol Drs. Arkian Lubis, SH saat ini mulai dijabat oleh Brigjen Pol Drs. Widiyarso Herry Wibowo. Selanjutnya, Irjen Pol Drs. Arkian Lubis, SH akan melanjutkan karyanya sebagai Analis Kebijakan Utama Bidan Binmas Baharkam POLRITIK. Sementara, Brigjen Pol Drs. Widiyarso Herry Wibowo sebelumnya menjabat Karokerma KL SOPS POLRI. Acara pisah terlihat begitu cair dan berjalan dengan lancar

Presdir Sigap menghadiri acara pisah sambut Kakorbinmas Baharkam Polri

“TERIMA KASIH IRJEN POL ARKIAN LUBIS & SELAMAT BERTUGAS BRIGJEN POL WIDIYARSO HERRY WIBOWO”

Read More

Sigap Resmi Tangani Security Transportation Service PT KCI

SIGAPNEWS| Jakarta – SIGAP baru saja menandatangani kesepakatan kerjasama dengan PT Kereta Commuter Indonesia dalam layanan pengamanan kereta Commuterline trayek Bogor-Jakarta pada Senin (18/02/2019). Acara penandatanganan kerjasama tersebut dilakukan oleh Suwito selaku Direktur Operasional SIGAP dan Made Girina Yasa selaku Vice President Kereta Commuter Indonesia (KCI). Setelah acara penandatanganan kerjasama, PT KCI memberikan briefing kepada seluruh vendor pengamanan mengenai persiapan mobilisasi anggota agar berjalan dengan lancar.

Dengan penandatanganan kerjasama ini menjadi pengalaman yang luar biasa bagi SIGAP untuk merambah dunia Security Transportation Service dan menjadikan SIGAP sebagai Total Security Solution yang terpercaya.

Direktur Operasional Sigap menandatangani kerjasama Pengamanan Transportasi PT KCI

Read More

Pendidikan Gada Utama Angkatan Ke-16 Sigap Academy

SIGAPNEWS – Bogor Sesuai dengan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007, tentang Sistem Manajemen Pengamanan Organisasi, Perusahaan dan/atau Instansi/Lembaga Pemerintah.

Untuk mendukung dan mensukseskan Peraturan tersebut, maka PT Sigap Prima Astrea sebagai Badan Usaha Jasa Pengamanan selalu siap dan siaga dengan menyelenggarakan kegiatan Pendidikan dan Pelatihan-pelatihan yang berkaitan dengan pengamanan.

 

Pelatihan Kompetensi Kualifikasi Gada Utama angkatan ke-16, dibuka oleh Kakorbinmas Baharkam Polri Drs. Arkian Lubis, SH, di Hotel New Ayuda Puncak – Bogor.

Pada hari ini, Senin 18 Februari 2019 kegiatan Pelatihan Kompetensi Kualifikasi Gada Utama angkatan ke-16, dibuka oleh Kakorbinmas Baharkam Polri Drs. Arkian Lubis, SH, di Hotel New Ayuda Puncak – Bogor.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Presiden Direktur PT Sigap Prima Astrea – Agust Pramono dan Kepala Departeman Sigap Academy – Iswantoro Sumedi.

Pendidikan dan Pelatihan ini berlangsung hingga 22 Februari 2019 yang diikuti oleh 42 orang peserta dari berbagai daerah di Indonesia dengan level manajer hingga direktur utama.

Tujuan pelatihan Gada Utama adalah untuk menghasilkan anggota satuan pengamanan yang memiliki sikap mental kepribadian, kesamaptaan fisik, dan memiliki pengetahuan serta keterampilan sebagai manajer/chief security dengan kemampuan melakukan analisa tugas dan kegiatan, kemampuan mengelola sumber daya serta kemampuan pemecahan masalah dalam lingkup tugas dan tanggung jawabnya.

Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa pelaksanaan pelatihan Gada Utama ini adalah merupakan langkah yang harus dilakukan khususnya bagi perusahaan yang memiliki asset Obyek Vital Nasional. Sebagaimana diamanatkan oleh keputusan Presiden Republik Indonesia nomor 63 tahun 2004 dan peraturan Kapolri nomor 24 tahun 2007 serta didukung oleh surat edaran Menteri Negara BUMN nomor SE-03/MBU/2009 tanggal 23 Februari 2009 tentang kewajiban meningkatkan pengamanan Obyek-obyek Vital Nasional berdasarkan Sistem Manajemen Pengamanan sesuai peraturan Kapolri nomor 24 tahun 2007.

Materi pelatihan ini juga diselaraskan dengan kebutuhan dan perkembangan Industrial Security saat ini yang mencakup pengantar pelatihan, pembinaan kepribadian, pengetahuan dan keterampilan, sistem manajemen pengamanan, perundang-undangan, kesamaptaan dan lain-lain, yang penyelenggaraannya dikendalikan Mabes Polri bekerjasama dengan BUJP bidang diklat.

Memahami fenomena situasi keamanan saat ini, Polri menyadari bahwa untuk menjalankan tugas pokonya tersebut perlu mendapat dukungan dan bantuannya dari berbagai pihak, termasuk satpam yang berperan sebagai pengemban fungsi kepolisian terbatas sebagaimana yang diamanahkan dalam pasal 3 ayat (1) Undang-undang nomor 2 tahun 2002, bahwa pengemban fungsi kepolisian adalah Kepolisian Negara Republik Indonesia, yang dibantu oleh kepolisian khusus, penyidik pegawai negeri sipil, dan bentuk-bentuk pengamanan swakarsa.

Penyematan tanda peserta pelatihan & pendidikan Gada Utama Angkatan 16 PT Sigap Prima Astrea, oleh Kakorbinmas Baharkam Polri Drs. Arkian Lubis, SH

 

Read More

5 Tips Gunakan Media Sosial dengan Aman

 

SIGAPTIPS Jakarta – Berawal dari mengikuti acara seminar “Talkie Walkie Talk” di salah satu gedung auditorium  Jakarta diawal Februari 2019 beberapa hari lalu, mengenai “Crime prevention as our lifestyle”.

Dimana seminar tersebut sangat luar biasa, menarik dan semakin menambah wawasan pengetahuan dalam menyikapi dan bagaimana mencegah tindak kejahatan yang mungkin akan terjadi pada setiap orang bahkan diri kita. Seperti apa yang disampaikan oleh Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri, Bapak Komjen.Pol. Drs. Moechgiyarto, S.H., M.Hum pada acara seminar tersebut. Beliau mengatakan bahwa, Pencegahan kejahatan sebagai bagian dari gaya hidup kita sehari-hari, “Crime prevention as our lifestyle “. Artinya tindakan-tindakan pencegahan kejahatan itu lebih baik dan harus menjadi bagian dari gaya hidup kita dari pada tindakan penegakkan hukum, menurut beliau.

Untuk itu sangat perlu kita untuk meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian kita terhadap potensi bahaya yang mungkin terjadi kepada kita khususnya dalam menggunakan bermedia sosial. Berikut di bawah ini 5 Tips Gunakan Media Sosial dengan Aman yaitu :

1. Lindungi informasi pribadi

Saat mengunggah sesuatu lewat media sosial, kita harus ingat bahwa informasi tersebut dapat tersebar dengan luas. Sebaiknya kita tidak sembarangan mengunggah informasi pribadi atau lokasi kita berada untuk menghindari peretasan yang mengincar data pribadi. Alamat lengkap rumah, nomor telepon sebaiknya tidak ditampilkan dan bisa dilihat publik. Jika memang penting, maka kita bisa mengatur pengaturan privasi agar hanya teman atau orang-orang yang kita kenal saja yang bisa mengetahuinya.

2. Selektif memilih teman

Tak hanya di dunia nyata saja kita harus selektif memilih teman tapi juga buat pergaulan di dunia maya. Jangan sembarangan mengonfirmasi pertemanan atau menambahkan teman di media sosial tanpa melihat dulu profil lengkapnya. Kita harus waspada pada akun-akun yang bisa saja menyebarkan tautan tertentu ketika sudah berteman di media sosial. Ada banyak tautan yang ketika kita kunjungi ternyata mengarahkan pada virus untuk mencuri data pribadi atau merusak akun kita.

3. Perkuat kata kunci (password)

Salah satu cara untuk meningkatkan perlindungan akun media sosial adalah dengan memperkuat kata kunci. Kita bisa mengganti kata sandi secara berkala atau menggunakan kombinasi angka atau huruf yang unik dan tidak mudah tertebak. Juga sebaiknya tidak menggunakan sandi yang sama pada setiap media sosial yang kita miliki. Hal ini untuk menghindari peretasan semua akun media sosial jika salah satunya berhasil diretas.

4. Perhatikan etika

Sudah banyak kasus yang membuat seseorang berurusan dengan hukum akibat unggahannya di media sosial. Kata-kata kasar, kemarahan, unggahan yang menyinggung SARA, merusak nama baik orang lain dapat dengan mudah diperkarakan jika kita tidak berhati-hati. Informasi dari media sosial dapat cepat menyebar dan menjadi konsumsi publik. Jadi, sebaiknya pikirkan dulu dengan baik sebelum kita mengunggah apapun ke media sosial.

5. Jangan mudah membagikan tautan

Meski terkadang ingin membagikan sebuah tautan karena tertarik atau bertujuan untuk disimpan sendiri, sebaiknya kita juga tidak sembarangan melakukannya. Jangan terlalu mudah terprovokasi membagikan sebuah informasi dari tautan tertentu jika belum mengatahui kebenarannya. Bisa-bisa kita jadi penyebar berita hoax. Tempatkan orang lain seperti diri sendiri, kita pasti sebal jika lini masa media sosial kita banyak tautan provokatif atau berita hoax. [TI]

Read More

Pencegahan Tindak Kejahatan, Melalui Tehnik Modifikasi Situasi

SIGAPTIPS Jakarta – Dalam kehidupan sehari hari, potensi tindak kejahatan akan terus ada, mulai dari kejahatan di rumah, Kejahatan di jalan, kejahatan di kantor, Kejahatan luar (Puclic Space), Kejahatan di fasilitas umum, dan yang mulai berkembang kejatana di media Sosial seperti; Hoak, Pencurian password, penggunaan data pribadi seperti foto, rekaman dan juga tulisan yang kemudian dimanfaatkan oleh seseoarnag tanpa Izin.

Tanpa disadari kita sebenarnya sudah merespon bagaimana untuk mengurangi kejahatan yang berpotensi merugikan kita, seperti dengan membangun sistem keamanan baik pribadi, swadaya masyarakat ataupun melalui kebijakan pemerintah. Jika dulu kita kenal dengan adanya Siskamiling atau ronda untuk mengamankan kampung, kalau sekarang banyak mulai dengan sistem cluster dan mempekerjakan tenaga keamanan untuk mengamankan lingkungan kita, namun prinsipnya sama, salah satu bentuk pencegahan keamanan.

Disisi area umum, saat ini sudah mulai dilakukan pengawasn (Survelience) dengan menggunkan ribuan CCTV yang terpasang untuk melakukan pengawasn dan mempelajari dan menangkap pelaku tindak kejahatan yang telah terjadi sehinnga bisa dilakukan pencegahan kedepannya, sementara Kejahatan media sosial yang merupakan situasi baru, saat ini sudah mulai banyak himbauan dan Tip-tip untuk menjaga pasword, tidak menyebar atau memposting foto probadi yang bersiko jika dimanfaatkan oleh orang lain, dan tidak mudah menyebar berita yan tidak benar.

Setiap waktu, model dan bentuk ancaman kejahatan akan selalu berubah dan berkembang, dalam menghadapi bentuk bentuk kejahatan yang mengancam, kita bisa melakukan tehnik modifiksi situasi, yang merupakan bagian dari CPTED (Crime Prevention Through enviromental design). Ada lima  tehnis modifikasi yang bisa kita lakukan untuk mengurangi potensi tejadianya kejahatan yang disampaikan oleh Henry Weddiasmara, yaitu :

1. Meningkatan kesulitan tidak kejahatan

Dengan menambah kesulitan untuk tidak kejahatan, seperti kunci ganda pada kendaraan, penambahan gembok dipintu dan pagar, Rantai yang melilit berulang, dan lainnya. Maka hal-hal ini akan menjadikan pelaku tindak kejahatan membutuhkan waktu yang lama untuk tindak kejahatan, sehingga cenderung ditinggalkan.

2. Meningkatkan resiko tertangkapnya tidak kejahatan

Penggunaan CCTV salah satu tujuanya adalah, agar pelaku tindak kejahatan mudah diketahui dan bisa ditangkap, karena CCTV bukan alat pencegah atau penghambat tindak kejahatan. Selain CCTV adalah alat lain yang bisa digunakan Lampu yang terang, parit di luar pagar, alarm sistem di kendaraan atau rumah yang menjadikan pelaku kejahatan diketahui dan ditangkap.

3. Mengurangi keuntungan yang diperoleh pelaku tindak kejahatan

Salah satu tujuan pelaku kajahatan adalah mengambil keuntungan ekonomi dari tindak kejahatan, untuk mengurangi potensi kejahatan adalah dengan membuat seolah barang yang ada tidak berharga, atau memotong sebagian sandal dimasjid, menyiapkan anjing penjaga sehingga pelaku akan berpikir ulang karene resiko digigit lebih besar dari keuntungan yang diperoleh dari perilaku tindak kejahatan.

4. Mengurangi ketertarikan pelaku tindak kejahatan

Apabila barang atau objek cukup menonjol dan menarik, maka akan meningkatkan potensi tindak kejahatan, untuk itu kita harus menyembunyikan ketertarikan pelaku tindak kejahatan, seperti menutup kendaraan dengan cover, tidak membawa perhiasan yang mencolok dan kelihatan berharga.

5. Mengurangi Niat Pelaku tidak kejahatan

Niat kejahatan ternyata tidak hanya faktor ekonomi, ini yang sering terlupakan. Ada pelaku kejahatan yang melakukan kejahatan karena Sakit hati atau benci terhadap korban, mencari sensai, menggangu keamanan dan lain sebagainya, sehingga kita harus berhati hati dalam bertindak dan bertingka laku, serta terus melakukan analisa lebih dalam.

Dengan melakukan tehnik modifikasi dan menerapkan dalam kehidupan sehari hari secara konsisten, maka secara continue dan bertahap reflek kita untuk mencegah akan potensi kejahatan akan terus tarasah, dan pada akhirnya kita tidak sadar sudah melakuan tindakan tindakan untuk mencegah atau mengurangi potensi tidak kejahatan. Sehingga pada akhirnya crime prevention sudah menjadi habit atau kebiasaan kita. [Moh.M]

Read More

“Waspadalah, Waspadalah, Waspadalah………”

SIGAPTIPS Jakarta – Pencegahan kejahatan sebagai bagian dari gaya hidup kita sehari-hari atau “Crime Prevention As Our Lifestyle” itulah tema utama seminar yang diselenggarakan oleh Mabes Polri bekerja sama dengan International Association of Crime Prevention Practitioners (IACPP), acara ini merupakan rangkaian kegiatan dalam menyambut HUT Satpam ke 38, seminar ini diawali dengan sambutan dari Kabaharkam Polri Komjen Pol Drs. Moechgiyarto, SH, M. Hum dan dilanjutkan oleh Presiden IACPP Drs. Darly Siregar, M.Si, ICPS, CATS, CCPS, MCCI

Kabaharkam menyampaikan bahwa pencegahan terhadap suatu kejahatan adalah yang paling utama untuk dilakukan dibandingkan dengan tindakan-tindakan lainnya.

Kegiatan Kepolisian dalam mencegah terjadinya kejahatan adalah dengan melakukan tugas Polri yaitu bagaimana terbentuknya rasa aman secara terminologi kepolisian sebagai berikut :

  1. Security ; yaitu menciptakan rasa aman dari gangguan/ancaman yang dapat membahayakan.
  2. Safety ; selamat dari kecelakaan dan bencana yang dapat mengancam keselamatan kehidupan individu dan masyarakat, termasuk harta benda.
  3. Surety ; jaminan adanya kepastian suatu kegiatan dapat berlangsung lancar, aman dan tertib termasuk adanya kepastian hukum.
  4. Peace ; suasana damai dan tentram jiwa

Dalam seminar ini disampaikan pula beberapa tema dalam pencegahan kejahatan, yaitu :

  1. Pencegahan kejahatan di perumahan
  2. Pencegahan kejahatan di perjalanan
  3. Pencegahan kejahatan di kantor
  4. Pencegahan kejahatan di ruang publik
  5. Pencegahan kejahatan dalam bertransaksi online
  6. Pencegahan kejahatan di media sosial

Dalam sub tema mengenai pencegahan kejahatan di perumahan atau crime prevention on residence yang disampaikan oleh Baruno Subroto MA, MS, CCPS, CATS, MCCI dijelaskan bahwa ada 3 elemen dalam terjadinya kejahatan, yaitu karena :

  1. Adanya kemampuan (Ability)
  2. Adanya keinginan (Desire)
  3. Adanya kesempatan (Opportunity)

Kejahatan dapat terjadi di perumahan… salah satunya karena ada kelengahan, seperti kunci rumah yang tertinggal atau lupa, asisten rumah tangga yang membolehkan masuk kepada orang yang berpura-pura mau memeriksa meteran/pulsa listrik (hal ini bisa terjadi karena di hipnosis). Untuk menghindari hal ini agar tidak terjadi, maka diusahakan untuk tidak membuka pintu pagar depan ketika berkomunikasi dengan orang yang tidak dikenal.

Untuk mencegah kejahatan-kejahatan yang terjadi di lingkungan perumahan adalah dengan menerapkan security awareness yaitu seperti mengenali ketua RT dan pengurusnya, tetangganya & memahami lingkungan sekitar serta menerapkan program setting up neighborhood watch (semacam siskamling).

Bayangkan jika kita tidak mengenal dengan tetangga satu sama lain, dengan pagar-pagar rumah yang tinggi… ini bagaikan berada didalam penjara dilingkungan kita sendiri.

Untuk mendukung program tersebut, kita perlu memiliki base security yang artinya keamanan berbasis masyarakat, itu sangat dahsyat… seperti yang disampaikan kabaharkam, bahwa jika kita mengenal tetangga satu sama lain maka kita mampu mencegah terjadinya kejahatan.

Pencegahan kejahatan dapat memberikan efek seperti balon yang dipencet… jika kita sudah punya sistem pencegahan kejahatan dengan menerapkan metode neighborhood watch program… maka jika kita pencet balon yang di bawah, kejahatan akan pindah ke tempat yang lain.

Dengan demikian jika kita sudah melakukan pencegahan kejahatan, nantinya akan memberikan dampak atau efek sebagai berikut :

  1. Decreasing of crime activity (menurunnya aktivitas kejahatan)
  2. Transfering of crime activity (pemindahan aktivitas kejahatan)
  3. Changing crime pattern and target area (mengubah pola dan target area kejahatan)

Contoh kasus atau kejadian yang dapat dicegah dengan metode ini adalah seperti peristiwa teror yang terjadi baru-baru ini di Jawa Tengah, pembakaran kendaraan dengan menggunakan handuk yg diberi minyak tanah, hal ini bisa dicegah dengan melakukan siskamling.

Untuk itu, kepada semua lapisan masyarakat… mari kita bersama-sama memajukan metode neighborhood watch program untuk melakukan pencegahan kejahatan di lingkungan sekitar kita. [ANS]

Read More

Sigap Hadiri Corporate Affairs Executive Forum 2019 Astra Group

SIGAPNEWS| Jakarta – SIGAP berpartisipasi dalam Corporate Affairs Executive Forum 2019 Astra Group di Catur Darma Hall, Menara Astra pada Senin (12/2/2019). Acara ini dihadiri oleh Presiden Direktur PT Astra International, Tbk, Prijono Sugiarto, Direktur Astra International, Santosa, Chief of Corporate Affairs, Pongki Pamungkas, para eksekutif Group Astra, Ketua Perhumas, Agung Laksamana, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Sistem Informasi IPB, Prof. Dr. Ir Dodik Ridho dan jajaran pimpinan IPB . Pada sesi keynote speech akan diisi oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

SIGAP berpartisipasi dalam Corporate Affairs Executive Forum 2019 Astra Group di Catur Darma Hall, Menara Astra

Acara dibuka oleh Chief of Corporate Affairs, menyampaikan tujuan Astra untuk selalu “Inspiring of The Nation” dan menjadi “Pride of The Nation”. -Pongki Pamungkas-

Selanjutnya acara diisi dengan paparan dari Agung Laksamana selaku Ketua Perhumas dengan tema Tantangan Marketing Communication di Revolusi Industri 4.0. Agung menjelaskan tantangan yang harus dihadapi adalah penyebaran hoax yang muncul di berbagai platform media, trend bisnis yang berubah seperti marketplace yang makin popular, pola perilaku konsumen pada saat ini yang sangat tergantung kepada platform online. Oleh karena itu, pelaku humas perlu selalu mengupdate pengetahuan, mengambil langkah preventif ketika ada ancaman hoax yang mengganggu, peka dan tahu apa yang perlu dihadapi ketika perubahan terus menerus terjadi. Agung juga mengkampanyekan Indonesia Bicara Baik untuk menjawab tantangan pelaku humas di tahun 2019. Kampanye yang didukung oleh Presiden Jokowi mengajak seluruh masyarakat membagikan 2 hal baik tentang Indonesia setiap harinya di berbagai media social. Semoga dengan kampanye ini penyebaran hoax bisa diminimalisir. Setelah paparan tersebut selesai, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan Media Cetak, Online Terbaik dan pemberitaan CSR terbaik. Dengan penghargaan tersebut diharapkan para pemenang bisa terus melanjutkan karya terbaik mereka secara konsisten dan penuh inovasi. Acara penghargaan selesai dan dilanjutkan dengan paparan dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengenai kekuatan persatuan bangsa Indonesia dan potensi masyarakat serta iklim bisnis yang baik terutama di Jawa Barat. Ridwan mengatakan Jawa Barat menjadi daerah yang potensial untuk dijadikan sebagai salah satu pusat bisnis di Indonesia. Ridwan menambahkan ia akan menjadikan wilayah Cirebon, Patimban dan Kertajati (Rebana Triangle) sebagai Zona Ekonomi Eksklusif. Dengan potensi wilayah tersebut, Ridwan mengajak Astra untuk bisa menginvestasikan bisnisnya di wilayah tersebut karena sangat menguntungkan khususnya bisnis Astra yang banyak bergerak di bidang manufaktur. Pada akhir acara dilakukan penandatangan MoU Pengembangan Program Kerjasama CSR di wilayah Jawa Barat oleh Prijono Sugiarto selaku Presiden Direktur Astra International, Tbk dan Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Barat.

Read More

Cegah Kejahatan Dengan Sistem Terpadu

SIGAPTIPS Jakarta – Kejahatan bisa tejadi setiap saat , disaat ada kesempatan maka penjahat akan menjalankan atau melakukan aksinya untuk pencegahan adalah suatu cara yang tepat untuk mengantisipasi tindak kejahatan di sekeliling kita.

Kejahatan bisa terjadi di semua lini kehidupan kita, bisa terjadi di mana saja seperti :

Kejahatan bisa terjadi jika : 3 (tiga) elemen kejahatan

Ditempat tinggal kita, haruslah disadari bahwa tanggung jawab keamanan adalah bukan hanya menjadi tanggung jawab dari pengurus RW,RT, ataupun petugas Satpam saja, masih banyak yang beranggapan bahwa warga sudah membayar iyuran keamanan maka sudah pasti secara otomatis akan aman , ini adalah anggapan yang salah karena keamanan adalah tanggung jawab dari seluruh elemen warga yang tinggal di daerah tersebut.

Salah satu langkah pencegahan kejahatan adalah dengan meningkatkan kesiap sigaan dan kewaspadaan seluruh warga di lingkungan kita, salah satu langkahnya adalah membuat Crime Prevention Throught Enverionment Design ( Pencegahan Kejahatan melalui Perancangan Lingkungan ).

Pendekatan ini dilakukan dengan merancang lingkungan dengan mempersempit atau mengurangi kesempatan atau menutup celah dari seluruh ancaman kejahatan. Intinya kita sebagai warga haruslah mengetahui apa saja yang menjadi celah dilingkungan kita dan celah tersebut haruslah kita buat rencana atau kita rancang penanggulangannya sehingga ancaman terhadap asset kita berkurang. Jadi semakin kita menutup celah terhadap asset  kita maka makin kecillah ancaman terhadap Asset kita . Beberapa alternatif cara menutup celah terhadap asset kita :Menggunakan Pagar / portal pada halaman rumah kita

1. Menambahkan kunci pengamanan

2. Menggunakan Accsess Control

3. Menggunakan Alarm

4. Menggunakan CCTV

5. Petugas Satpam

Tiga Elemen dalam keamanan

Keamanan didefinisikan sebagai sebuah bentuk proteksi dengan pembuatan pemisahan antara aset dan ancaman. Termasuk dan tidak terbatas terhadap eliminasi aset ataupun ancaman baik aset secara fisik dipindahkan dari ancaman atau ancaman secara fisik dipindahkan dari aset.  (sumber: Pete Herzog, Open Source Security Testing Methodology Manual, The Institute for Security and Open Methodologies).

Tiga elemen Sistem keamanan terpadu

1. Petugas Keamanan : Petugas keamanan haruslah orang yang sangat di percaya pada saat rekruit petugas keamanan harus di pastikan latar belakangnya clear dan bisa di pertanggung jawabkan dan harus memiliki integritas

2. Peralatan Keamanan : memaksimalkan peralatan keamanan yang ada seperti alat komunikasi untuk memudahkan dalam patroli agar lebih efisien dan juga CCTV membantu anggota untuk memonitor wilayah yang tidak terjangkau dengan Patroli

3. Warga Waspada Keamanan :Penjagaan lingkungan adalah kegiatan yang di lakukan oleh seluruh warga bersama sama untuk megawasi keamanan dan intinya seluruh warga harus siap siaga dan waspada .

Sistem Keamanan terpadu merupakan penggunaan dari alat bantu yang dapat  mencegah, mengkontrol ,menghalangi  dan merespons  ( Deterence, Detec, Delay, Response) dari kejahatan sehingga masyarakat akan terlindungi dari tindakan kejahatan secara menyeluruh dan terkordinasi. Berikut beberapa alternatif strategi berkenaan dengan Sistem keamanan terpadu di lingkugan tempat tinggal kita :

1. Kerjasama dengan seluruh warga sekitar

2. Meningkatkan security Awareness di seluruh warga

3. Tingkatkan komunikasi yang baik di seluruh warga

4. Lakukan kegiatan penjagaan keamanan bersama ( siskamling )

Dua cara untuk mencegah kejahatan :

1. Kurangi peluang orang untuk melakukan kejahatan

2. Ubah motivasi seseorang untuk berbuat jahat

Mengurangi Peluang kejahatan dengan cara :

1. Mengatur secara langsung pisik lingkungan

2. Mengorganisir orang untuk membina atau memperkuat perilaku individu dan kolektif masyarakat [SR]

Read More

Tips menghindari kejahatan di lingkungan tempat tinggal

SIGAPTIPS Jakarta – Saat ini kejahatan bisa terjadi dimana saja, dan menyerang siapa saja. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu kewaspadaan dan kemampuan menjaga diri. Kita tidak bisa lagi sekadar bisa berharap tidak akan terjadi sesuatu yang membahayakan, atau mempersenjatai diri dengan ilmu bela diri. Bila memungkinkan, ubah sikap kita yang tanpa kita sadari membuat diri kita lengah.

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ( HUT ) Satpam ke 38, pada tanggal 7 Februari 2019 Mabes Polri bekerja sama dengan IACPP ( International Association of Crime Prevention Practitioners ) bertempat di Perguruan Tinggi Akademi Polisi ( PTIK ) yang bertajuk Talkie Walkie TalkCrime Prevention As Our Lifestyle”. Salah satu narasumber yang hadir adalah Baruno Sapto Subroto, MA, M.Sc, ISPS, CI, PNLP, CCPS, CATS, MCCI selaku Secretary of ICPP memberikan beberapa tips agar dapat menghindari tindak kejahatan khususnya pada lingkungan sekitar tempat tinggal diantaranya sebagai berikut :

1. Amati keadaan di sekeliling Anda, dan jangan biarkan pikiran Anda kosong

Waspada, dan waspada, menjadi kata kuncinya. Anda mungkin pernah mendengar bagaimana pelaku kejahatan yang menggunakan cara hipnotis menguasai korbannya? Mereka dikuasai ketika pikiran mereka sedang kosong atau tidak konsentrasi. Bahkan pelaku kejahatan saat ini bisa melancarkan aksinya hanya melalui telepon. Ketika Anda begitu terpaku pada tumpukan pekerjaan di meja kerja, atau pada suatu aktivitas tertentu, Anda tak sadar bahwa Anda menjadi lengah. Saat itulah pelaku kejahatan beraksi.

2. Pastikan kunci rumah masih berfungsi dengan baik

Pastikan pintu atau jendela rumah dilengkapi selot atau kunci yang masih baik, tidak berkarat sehingga mudah dijebol. Bila pintu dan jendela terkunci rapat, tak akan ada orang yang mudah keluar-masuk dengan melompati jendela, misalnya. Bila mungkin, pasang perangkat keamanan yang mudah di-install di kusen jendela untuk perlindungan ekstra. Memasang teralis di pintu dan jendela juga akan membantu.

3. Kenali tetangga Anda ( Neighborhood Watch Program )

Inilah gunanya bersosialisasi dengan tetangga, anda akan tahu masalah apa yang sedang terjadi di lingkungan perumahan Anda, misalnya soal pencurian yang sedang sering terjadi. Dengan bersosialisasi, Anda juga akan berbagi informasi mengenai cara menghindarinya. Bila memang sering terjadi pencurian, jangan ragu melaporkan pada pengembang perumahan. Tak jarang pengembang perumahan memberikan pengamanan ekstra ketika ada laporan resmi dari warganya. Ketika suatu kelompok berusaha mengatasi masalah semacam ini bersama-sama, pengaruhnya pun akan lebih besar daripada jika Anda berjuang sendiri.

4. Jangan terlalu percaya pada tamu yang tak dikenal

Anda sering mendengar cerita-cerita tentang seseorang yang mengetuk rumah dan mengatakan diminta kenalan Anda untuk mengambil barang atau membayar sesuatu. Tetapi ketika tamu semacam ini datang ke rumah Anda, Anda sedang lengah dan memercayainya begitu saja. Saat ini, tidak sulit bagi seseorang untuk mendapatkan seragam petugas tertentu. Atribut semacam ini menjadi cara yang sempurna untuk memasuki sebuah rumah tanpa dicurigai. [WTI]

Read More

Tips Pencegahan Kejahatan Di Lingkungan Perumahan

“Kejahatan merupakan perbuatan yang melanggar hukum / hal-hal yang memang di larang oleh peraturan maupun undang-undang. Kejahatan bisa menimpa siapapun serta dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Setelah terjadi biasanya masyarakat baru bereaksi dan menganalisa, kenapa bisa terjadi. Untuk mengurangi tingkat kejahatan sebenarnya bisa dilakukan strategi melalui analisis Potensi Gangguan (PH), Ambang Gangguan (AG) dan Gangguan Nyata (GN) yg perlu di tindaklanjuti dengan Pemetaan dan pengelompokan Potensi Masyarakat dan Kegiatan-kegiatan langsung / nyata secara bersama Antara lain pengintaian, razia, komunikasi, pembentukan satuan petugas lingkungan dll. (sumber : paparan Kabaharkam Mabes Polri)”.

Bagaimana pencegahan kejahatan di lingkungan perumahan? Hal-hal apa yang bisa dilakukan sehingga menumbuh kembangkan rasa kepedulian terhadap pencegahan kejahatan di lingkungan sekitar kita (sense of security awareness)? Sehingga nantinya menjadi suatu kebiasaan bahkan gaya hidup yg diperlukan di jaman sekarang. Mengapa ini sangat diperlukan, karena pelaku tindak kejahatan hanya memerlukan waktu yang sedikit (sempit) untuk melakukannya. Kadang tidak diniatkan oleh pelaku tetapi karena ada kesempatan dan peluang maka pelaku kejahatan melakukan kejahatan tersebut.

Sebagai individu (keluarga) yang tinggal di sebuah lingkungan perumahan, banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya kejahatan antara lain:

  1. Mengenali pengurus RT/RW, tokoh masyarakat dan orang-orang penting yang tinggal di lingkungan perumahan kita. Serta minimal kita mengenal dan mengetahui tetangga kiri kanan depan belakang (kalo ada) siapa namanya, siapa anggota keluarga (anak, istri, suami) à dengan mengenal dan mengetahui jika ada potensi gangguan kejahatan kita tau harus berkoordinasi dengan siapa. Atau kalau ada orang-orang yang tidak dikenal di lingkungan kita bisa waspada dan berkoordinasi.
  2. Mempelajari kondisi lingkungan tempat dimana kita tinggal agar kita dapat mempelajari dan mengantisipasi jika terjadi ganguan kejahatan seperti akses pintu masuk dan keluar perumahan, bangunan/lokasi yang menjadi pusat berkumpulnya orang, hal lainnya.
  3. Membangun kebiasaan untuk selalu menjaga rumah kita sendiri dengan mengunci pintu (jangan lupa / kunci tertinggal ditempatnya), menutup horden dan membuka pintu/horden seperlunya agar tidak menarik perhatian orang lewat yang melihat atau memicu pelaku kejahatan melakukan operasinya.
  4. Bila ada biaya memasang alat-alat atau perlengkapan penunjang untuk keamanan rumah.
  5. Melakukan setting up neighborhood watch program, membuat dan lakukan kegiatan rutin secara bersama-sama dengan tetangga kita untuk saling mengingatkan dan aktivitas pencegahan seperti
  • membentuk team satuan pengamanan
  • lakukan ronda bersama
  • berbagi info melalui media komunikasi yang ada / disepakati oleh warga tentang kondisi lingkungan secara rutin.
  • Pertemuan rutin formal / informal
  • Lakukan positive loitering (berkeliaran secara beraturan)
  1. Berkomunikasi dengan Petugas Keamanan yang berwenang di lingkungan (Bimas, kepolisian setempat) bila diperlukan.
  2. Mencatat nomor telpon penting terdekat spt. Kantor polisi, petugas pemadam kebakaran dll.

 

Pada prinsipnya untuk dapat mengurangi tindak kejahatan kita perlu melakukan pencegahan dan memutus mata rantai proses terjadinya kejahatan itu sendiri. Dengan melakukan pencegahan-pencegahan yang di perlukan akan mempersempit ruang gerak dari pelaku kejahatan untuk bertindak.

Kegiatan ini pelu di sosialisaikan kepada setiap warga penghuni tempat tinggal agar nantinya pencegahan kejahatan menjadi suatu kebiasaan dan gaya hidup yang memang diperlukan. Keamanan dan kenyamanan rumah dan lingkungan tinggal merupakan tanggung jawab kita sendiri seperti halnya kita bertanggung jawab kepada diri kita atas perilaku yang biasa kita lakukan. Bukan menjadi tanggung jawab petugas keamanan lingkungan semata. Mereka hanya pelengkap untuk membantu kita dalam menjaga asset kita yaitu rumah dan keluarga kita. [TMN]

Read More